* Oleh : H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D
Banyak kini pendapat orang mengenai cetusan pikiran yang bersumber pada nuansa negatif ataupun positif. Hal seperti ini tergantung dari pengaruh lingkungan yang kita percayai atau yang dikembangkan pada diri sendiri. Didalam hal ini, tidak banyak orang yang mengetahui dengan pasti, bahwa apapun yang ditimbulkan dari sumber nuansa pikiran, akan dapat mengadakan effek NYATA.
Pada banyak riset yang menyangkut cetusan pikiran manusia, terungkap bahwa bentuk gambaran yang timbul sebagai hasil dari cetusan yang dikembangkan, memberikan produksi suatu kenyataan. Kenyataan seperti yang dihasilkan itu, pada kebanyakan orang tidak diperhatikan dengan ke-waspada-an tuntas. Inilah yang menjadi suatu produksi dari imajinasi tadi.
Orang yang sangat sibuk, serta harus menghadapi banyak hal yang harus diperhatikan, tidak mungkin melaksanakan konsentrasi atau fokus pada performa berfungsinya Otak. Segala sesuatu telah menjadi refleksi dari cara penanggapan yang telah dibiasakan berkembang didalam dirinya.
Kebiasaan itulah yang kadangkala dapat menjerumuskan kita kearah yang negatif atau mendorong kita kearah sebaliknya atau positif. Apakah hal yang penulis ungkapkan ini pernah diperhatikan benar oleh para pembaca ? Bila semua orang mempunyai keterampilan untuk selalu memperhatikan cetusan pikiran yang menjadikan tindakan, maka apapun yang akan mempunyai nuansa negatif akan dapat dicegah dan diarahkan atau dirubah menjadi positif.
Bila cara seperti yang dibentangkan itu, dapat diperhatikan dengan tuntas, maka masa depan kita akan jauh lebih produktif, membangun dan cerah. Apakah yang dapat kita laksanakan untuk mencapai hal itu, akan terletak didalam kesanggupan serta sikap kita terhadap diri sendiri yang adalah SUMBER dari semua rangkuman cetusan pikiran yang bertaburan sebagai vibrasi yang menggetarkan substansi pembawa getaran vibrasi itu didalam atmosfir dimana manusia berada.
Kita sebenarnya terperangkap didalamnya dan bila tidak mempunyai kemampuan suatu PENGENDALIAN diri yang efektif dan tuntas, maka bagaimanapun, kita akan terseret oleh bentuk vibrasi-vibrasi yang berada didalam atmosfir tersebut. Bisakah para pembaca menangkap penjelasan yang sedang dibentangkan ini ?
Kita tidak akan mampu untuk meneliti dengan rinci semua masukan dengan bentuk apapun, yang sedang melanda diri kita. Kemahiran serta keterampilan dalam meneliti atau mengontrol akibat dari masukan, yang sedang melanda itu, dapat diperoleh serta dipelajari dengan suatu system yang telah memberikan bukti-bukti imperis bahwa hal pengendalian cetusan pikiran itu memang dapat dikuasai. Penguasaan itu harus dilaksanakan melalui konsentrasi pada pengetahuan akan ampuhnya IMAJINASI terhadap diri sendiri. Dan hal ini merupakan lagi-lagi suatu PEMBIASAAN untuk memberikan keterampilan atau ?skill? yang efektif dan positif pada segala bentuk tindakan yang akan diaktifkan.
Meneliti semua tindakan yang akan dilaksanakan dalam sehari-hari, memang secara umum akan tidak semudah dibentangkan. Seakan kita akan menjadi lamban karena memerlukan waktu tertentu didalam hal mengontrol dan pelaksanakannya. Tapi sudah tentu hal itupun akan tergantung dari suatu KONDISI Alam Pikiran atau MIND, bukan ? Semua tindakan bersumber pada pengontrolan Mind tadi. Kontrol itu memerlukan penguasaan dari sumber cetusan pikiran yang dapat dipelajari dengan tuntas sekali, bukan dari bentuk penguasaan yang timbul tenggelam, tapi yang selalu siap siaga dan tersedia setiap saat dibutuhkan.
Penulis akan memberikan suatu dasar teknik yang setiap pembaca dapat melaksanakan melalui pengendalian tidur. Segala bentuk sifat yang telah kita jadikan didalam diri kita adalah pengaruh yang ditimbulkan sebagai hasil penerimaan atau akseptasi kita yang menyangkut masukan yang ditangkap bagian Otak yang berfungsi pada saat kita sedang bangun sadar, yaitu Otak bagian Kiri.
Buatlah secara tertulis terlebih dahulu bentuk GAMBAR yang kita inginkan dengan nuansa positif, Gambaran ini jangan dipusatkan pada diri sendiri, misalnya kaya sendiri, makmur sendiri dan lain tindakan yang mementingkan diri sendiri. Bentuklah gambaran yang mengikut sertakan orang lain, sesama kita diluar keluarga. Misalnya orang-orang yang miskin atau mereka yang didalam kondisi hidup yang tidak dapat dikatakan LAYAK.
Membentuk gambaran yang ditulis ini merupakan dasar dari pegangan kita, supaya bentuk tadi tidak akan berubah-ubah, tapi akan menetap seperti yang kita karang. Ciptaan penggambaran kita tersebut akan menjadi masukan bagi Otak bagian Kanan dan akan direkam sebagai yang diangankan itu. Tanpa mengadakan tulisan SKENARIO, maka penggambran imajinasi akan bisa berubah-ubah, sehingga akan mengaburkan fokus yang diperlukan bagi pelaksanaannya oleh bagian Otak tersebut melalui pengelolaannya pada kondisi bawah sadar. Inilah yang dinamakan PROGRAMMING.
Pengelolaan bentuk gambar inilah yang membawakan kita pada hal-hal yang bisa negatif ataupun positif menurut nuansa yang kita sendiri masukkan melalui tulisan tadi. Inilah yang merupakan ketentuan yang tak dapat diabaikan atau dianggap remeh. Hasilnya akan selalu sesuai dengan ketentuan yang telah kita buat sendiri serta berdasarkan kejelasannya. Penulis sendiri telah melaksanakannya mulai 25 tahun silam, dan pengalaman yang diperoleh memberikan kepercayaan yang mendalam, bahwa imajinasi merupakan dasar yang sangat efektif pada konstruksi masa depan.
Sudah tentu, kita mempunyai banyak sekali angan-angan atau cita-cita. Demikian banyaknya, sehingga akan sukar untuk melaksanakan secara rinci atau detil. Ketahuilah bahwa rincian apapun dari angan-angan kita termasuk didalam suatu bingkisan yang sesuai dengan angan-angan tersebut. Didunia ini, kita tidak dapat hidup dan beraktivitas sendiri. Kita membutuhkan peran orang lain yang caranya harus tidak mengadakan penganiayaan, tapi justru menariknya didalam kegiatan gambaran kesejahteraan kita itu. Penulis harapkan ungkapan ini dapat dimengerti serta difahami oleh para pembaca.
Imajinasi yang lengkap inilah yang akan dibawa tidur dan direkam oleh bagian Otak yang tak terbius didalam tidur, yaitu Otak bagian Kanan tadi. Bila apa yang diuangkapkan itu dilaksanakan secara rutin, maka melalui suatu pengelolaan yang tintas dan sesuai dengan RENCANA BESAR dari MAHA PENCIPTA kita dapat menuju kepada tugas yang memang sudah diperuntukkan bagi setiap manusia.
H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America
Banyak kini pendapat orang mengenai cetusan pikiran yang bersumber pada nuansa negatif ataupun positif. Hal seperti ini tergantung dari pengaruh lingkungan yang kita percayai atau yang dikembangkan pada diri sendiri. Didalam hal ini, tidak banyak orang yang mengetahui dengan pasti, bahwa apapun yang ditimbulkan dari sumber nuansa pikiran, akan dapat mengadakan effek NYATA.
Pada banyak riset yang menyangkut cetusan pikiran manusia, terungkap bahwa bentuk gambaran yang timbul sebagai hasil dari cetusan yang dikembangkan, memberikan produksi suatu kenyataan. Kenyataan seperti yang dihasilkan itu, pada kebanyakan orang tidak diperhatikan dengan ke-waspada-an tuntas. Inilah yang menjadi suatu produksi dari imajinasi tadi.
Orang yang sangat sibuk, serta harus menghadapi banyak hal yang harus diperhatikan, tidak mungkin melaksanakan konsentrasi atau fokus pada performa berfungsinya Otak. Segala sesuatu telah menjadi refleksi dari cara penanggapan yang telah dibiasakan berkembang didalam dirinya.
Kebiasaan itulah yang kadangkala dapat menjerumuskan kita kearah yang negatif atau mendorong kita kearah sebaliknya atau positif. Apakah hal yang penulis ungkapkan ini pernah diperhatikan benar oleh para pembaca ? Bila semua orang mempunyai keterampilan untuk selalu memperhatikan cetusan pikiran yang menjadikan tindakan, maka apapun yang akan mempunyai nuansa negatif akan dapat dicegah dan diarahkan atau dirubah menjadi positif.
Bila cara seperti yang dibentangkan itu, dapat diperhatikan dengan tuntas, maka masa depan kita akan jauh lebih produktif, membangun dan cerah. Apakah yang dapat kita laksanakan untuk mencapai hal itu, akan terletak didalam kesanggupan serta sikap kita terhadap diri sendiri yang adalah SUMBER dari semua rangkuman cetusan pikiran yang bertaburan sebagai vibrasi yang menggetarkan substansi pembawa getaran vibrasi itu didalam atmosfir dimana manusia berada.
Kita sebenarnya terperangkap didalamnya dan bila tidak mempunyai kemampuan suatu PENGENDALIAN diri yang efektif dan tuntas, maka bagaimanapun, kita akan terseret oleh bentuk vibrasi-vibrasi yang berada didalam atmosfir tersebut. Bisakah para pembaca menangkap penjelasan yang sedang dibentangkan ini ?
Kita tidak akan mampu untuk meneliti dengan rinci semua masukan dengan bentuk apapun, yang sedang melanda diri kita. Kemahiran serta keterampilan dalam meneliti atau mengontrol akibat dari masukan, yang sedang melanda itu, dapat diperoleh serta dipelajari dengan suatu system yang telah memberikan bukti-bukti imperis bahwa hal pengendalian cetusan pikiran itu memang dapat dikuasai. Penguasaan itu harus dilaksanakan melalui konsentrasi pada pengetahuan akan ampuhnya IMAJINASI terhadap diri sendiri. Dan hal ini merupakan lagi-lagi suatu PEMBIASAAN untuk memberikan keterampilan atau ?skill? yang efektif dan positif pada segala bentuk tindakan yang akan diaktifkan.
Meneliti semua tindakan yang akan dilaksanakan dalam sehari-hari, memang secara umum akan tidak semudah dibentangkan. Seakan kita akan menjadi lamban karena memerlukan waktu tertentu didalam hal mengontrol dan pelaksanakannya. Tapi sudah tentu hal itupun akan tergantung dari suatu KONDISI Alam Pikiran atau MIND, bukan ? Semua tindakan bersumber pada pengontrolan Mind tadi. Kontrol itu memerlukan penguasaan dari sumber cetusan pikiran yang dapat dipelajari dengan tuntas sekali, bukan dari bentuk penguasaan yang timbul tenggelam, tapi yang selalu siap siaga dan tersedia setiap saat dibutuhkan.
Penulis akan memberikan suatu dasar teknik yang setiap pembaca dapat melaksanakan melalui pengendalian tidur. Segala bentuk sifat yang telah kita jadikan didalam diri kita adalah pengaruh yang ditimbulkan sebagai hasil penerimaan atau akseptasi kita yang menyangkut masukan yang ditangkap bagian Otak yang berfungsi pada saat kita sedang bangun sadar, yaitu Otak bagian Kiri.
Buatlah secara tertulis terlebih dahulu bentuk GAMBAR yang kita inginkan dengan nuansa positif, Gambaran ini jangan dipusatkan pada diri sendiri, misalnya kaya sendiri, makmur sendiri dan lain tindakan yang mementingkan diri sendiri. Bentuklah gambaran yang mengikut sertakan orang lain, sesama kita diluar keluarga. Misalnya orang-orang yang miskin atau mereka yang didalam kondisi hidup yang tidak dapat dikatakan LAYAK.
Membentuk gambaran yang ditulis ini merupakan dasar dari pegangan kita, supaya bentuk tadi tidak akan berubah-ubah, tapi akan menetap seperti yang kita karang. Ciptaan penggambaran kita tersebut akan menjadi masukan bagi Otak bagian Kanan dan akan direkam sebagai yang diangankan itu. Tanpa mengadakan tulisan SKENARIO, maka penggambran imajinasi akan bisa berubah-ubah, sehingga akan mengaburkan fokus yang diperlukan bagi pelaksanaannya oleh bagian Otak tersebut melalui pengelolaannya pada kondisi bawah sadar. Inilah yang dinamakan PROGRAMMING.
Pengelolaan bentuk gambar inilah yang membawakan kita pada hal-hal yang bisa negatif ataupun positif menurut nuansa yang kita sendiri masukkan melalui tulisan tadi. Inilah yang merupakan ketentuan yang tak dapat diabaikan atau dianggap remeh. Hasilnya akan selalu sesuai dengan ketentuan yang telah kita buat sendiri serta berdasarkan kejelasannya. Penulis sendiri telah melaksanakannya mulai 25 tahun silam, dan pengalaman yang diperoleh memberikan kepercayaan yang mendalam, bahwa imajinasi merupakan dasar yang sangat efektif pada konstruksi masa depan.
Sudah tentu, kita mempunyai banyak sekali angan-angan atau cita-cita. Demikian banyaknya, sehingga akan sukar untuk melaksanakan secara rinci atau detil. Ketahuilah bahwa rincian apapun dari angan-angan kita termasuk didalam suatu bingkisan yang sesuai dengan angan-angan tersebut. Didunia ini, kita tidak dapat hidup dan beraktivitas sendiri. Kita membutuhkan peran orang lain yang caranya harus tidak mengadakan penganiayaan, tapi justru menariknya didalam kegiatan gambaran kesejahteraan kita itu. Penulis harapkan ungkapan ini dapat dimengerti serta difahami oleh para pembaca.
Imajinasi yang lengkap inilah yang akan dibawa tidur dan direkam oleh bagian Otak yang tak terbius didalam tidur, yaitu Otak bagian Kanan tadi. Bila apa yang diuangkapkan itu dilaksanakan secara rutin, maka melalui suatu pengelolaan yang tintas dan sesuai dengan RENCANA BESAR dari MAHA PENCIPTA kita dapat menuju kepada tugas yang memang sudah diperuntukkan bagi setiap manusia.
H.Rd. Lasmono Abdulrify Dyar Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America