Aku tak mencintaimu seolah kau serbuk-mawar, atau permata, atau panah anyelir yang menyalakan api. Aku mencintaimu karena kau sungguh gelap untuk dicintai, dalam rahasia, antara bayangan dan jiwa.
Aku mencintaimu karena kau tanaman yang tak pernah mekar tetapi cahaya bunga-bunga tersembunyi di dalam dirimu; terima kasih bagi cintamu suatu aroma padat, keluar dari tanah, hidup kental di tubuhku.
Aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana, atau kapan, atau dari mana. Aku mencintaimu lurus-langsung, tanpa kerumitan atau kebanggaan; demikianlah aku mencintaimu karena tak tahu harus bagaimana
beginilah: jika aku tiada, begitu juga kau, begitu dekat tanganmu di dadaku adalah tanganku, begitu dekat matamu terpejam saat aku tertidur.
23 Mei 2001 - 02:31
Tidak ada komentar:
Posting Komentar